image image image image image image image
Makanan Ajaib - Tongkol Makanan pokok manusia-manusia pulau ini memang ajaib. Dengan bentuk membulat, daging tebal, dan duri yang sedikit. Seolah-olah tubuhnya hanya daging saja. Tuhan sepertinya tahu benar selera manusia pulau. Sepertinya IA menurunkannya dari langit dan menciptakan khusus dan spesial bagi manusia pulau. Menangkapnya-pun tak susah, tinggal tarik pompong dengan laju tak terlalu cepat,
Dunia Yang Hilang – Pulau Temawan   Kalau Steven Spielberg memvisualisasikan The Lost Word dari dalam dunia khayalannya, namun di Anambas ini, dunia yang hilang nampaknya bukan angan-angan belaka. Dengan lebih dari 200 pulau yang mengambang di tengah lautan, bagaikan tanah-tanah tak bertuan. Bagaikan bahtera Nabi Nuh yang terombang ambing di tengah ombak ganas Laut Cina selatan namun tak pernah mendarat di titik tujuan.
Menikmati Luasnya Indonesia Kita akan benar-benar merasakan luasnya Indonesia jika sudah menjadi manusia laut. Indonesia yang memiliki 13 ribu lebih pulau, menjadikan-nya dinobatkan sebagai negara terbanyak pulaunya di jajaran peradaban di muka bumi ini. Kita benar-benar menjadi Indonesia jika telah merasakan luasnya lautan Indonesia, dan telah merasakan banyaknya pulau di negeri entah-berantah mengambang terapung-apung menyebar di seluruh wilayah Indonesia.
Keputusan Jitu Sang Kapten "Putar kiri" teriak sang kapten kepada nahkoda, kapal raksasa dengan ruangan 5 dek (tingkat lima) itu tiba-tiba oleng dan ribuan orang berteriak keras mendengar hantaman keras dari sisi kiri kapal. kapal berkelok 90 derajat, dan sisi kapal menyentuh ringan dengan sisi kanan kapal kayu yang bergerak melintang di depan perlintasan jalur kapal.
Kapal Barang, Pahlawanku Dari kejauhan nampak cahaya kebiruan muncul mengambang, berayun-ayun. Sepertinya aku mengenal cahaya biru ini, ini seperti gemerlap cahaya biru mahkota kerajaan, mungkin cahayanya lebih besar dari cahaya Mahkota Pangeran Charles dari kerajaan Inggris. Yah aku mengenalnya, cahaya tutup terpal kapal barang yang biasa hinggap di pelabuhan Tarempa.
Wajah-wajah Lee Young-Jae Hadir di Tarempa Sekelebat bayangan muncul dalam hiruk pikuk manusia pulau yang tumpah ruah di Ibukota mini Tarempa. Dari ujung-ujung lautan, mereka datang untuk meramaikan diri, mengantre demi mendapatkan jatah pengobatan gratis dalam rangkaian Mutilateral Naval Excercise, yang di hadiri perwakilan 17 negara
Mancing Mania Ala Anambas – Bagan Kami memulai perjalanan dengan menggunakan speed dari Tarempa (ibukota mini Anambas). ½ jam melewati selat kecil di anambas antara Pulau Matak dan Pulau Siantan.Kami sampai di Desa Dusun, sebuah desa kecil di pinggir pantai yang di huni sekitar 50-an KK. Desa Dusun salah satu desa paling terpencil di Anambas, bahkan di Indonesia.
  • Makanan Ajaib - Tongkol Makanan pokok manusia-manusia pulau ini memang ajaib. Dengan bentuk membulat, daging tebal, dan duri yang sedikit. Seolah-olah tubuhnya hanya daging saja. Tuhan sepertinya tahu benar selera manusia pulau. Sepertinya IA menurunkannya dari langit dan menciptakan khusus dan spesial bagi manusia pulau. Menangkapnya-pun tak susah, tinggal tarik pompong dengan laju tak terlalu cepat,
  • Dunia Yang Hilang – Pulau Temawan   Kalau Steven Spielberg memvisualisasikan The Lost Word dari dalam dunia khayalannya, namun di Anambas ini, dunia yang hilang nampaknya bukan angan-angan belaka. Dengan lebih dari 200 pulau yang mengambang di tengah lautan, bagaikan tanah-tanah tak bertuan. Bagaikan bahtera Nabi Nuh yang terombang ambing di tengah ombak ganas Laut Cina selatan namun tak pernah mendarat di titik tujuan.
  • Menjelajah Padang Melang Pantai yang dikabarkan sebagai pantai terpanjang se-Asia ini memang menggoda semua pelancong untuk datang mengunjunginya. Walau tempatnya yang sangat terpencil dari kehidupan manusia, tempat ini bak surga Firdaus yang tak pernah tersentuh oleh tangan-tangan manusia. Sehingga pantainya begitu asri, alami, mempesona memancarkan keindahan yang tak pernah di temukan di tempat yang lain.
  • Dahsyatnya Dukun Anambas Gambar Hanya Ilustrasi -- Kyai Haji Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah pasti akan marah besar menyaksikan kesaktian dukun Anambas. “Anak anda sudah tidak ada harapan, dia harus di rujuk ke Batam”, tukas dokter muda praktekkan yang baru lulus beberapa bulan dari universitas kedokteran ternama. Seorang ibu muda hanya bisa menangis melihat anaknya yang baru kelas 1 SMP itu,
  • Menikmati Luasnya Indonesia Kita akan benar-benar merasakan luasnya Indonesia jika sudah menjadi manusia laut. Indonesia yang memiliki 13 ribu lebih pulau, menjadikan-nya dinobatkan sebagai negara terbanyak pulaunya di jajaran peradaban di muka bumi ini. Kita benar-benar menjadi Indonesia jika telah merasakan luasnya lautan Indonesia, dan telah merasakan banyaknya pulau di negeri entah-berantah mengambang terapung-apung menyebar di seluruh wilayah Indonesia.
  • Keputusan Jitu Sang Kapten "Putar kiri" teriak sang kapten kepada nahkoda, kapal raksasa dengan ruangan 5 dek (tingkat lima) itu tiba-tiba oleng dan ribuan orang berteriak keras mendengar hantaman keras dari sisi kiri kapal. kapal berkelok 90 derajat, dan sisi kapal menyentuh ringan dengan sisi kanan kapal kayu yang bergerak melintang di depan perlintasan jalur kapal.
  • Kapal Barang, Pahlawanku Dari kejauhan nampak cahaya kebiruan muncul mengambang, berayun-ayun. Sepertinya aku mengenal cahaya biru ini, ini seperti gemerlap cahaya biru mahkota kerajaan, mungkin cahayanya lebih besar dari cahaya Mahkota Pangeran Charles dari kerajaan Inggris. Yah aku mengenalnya, cahaya tutup terpal kapal barang yang biasa hinggap di pelabuhan Tarempa.
  • Wajah-wajah Lee Young-Jae Hadir di Tarempa Sekelebat bayangan muncul dalam hiruk pikuk manusia pulau yang tumpah ruah di Ibukota mini Tarempa. Dari ujung-ujung lautan, mereka datang untuk meramaikan diri, mengantre demi mendapatkan jatah pengobatan gratis dalam rangkaian Mutilateral Naval Excercise, yang di hadiri perwakilan 17 negara
  • Mancing Mania Ala Anambas – Bagan Kami memulai perjalanan dengan menggunakan speed dari Tarempa (ibukota mini Anambas). ½ jam melewati selat kecil di anambas antara Pulau Matak dan Pulau Siantan.Kami sampai di Desa Dusun, sebuah desa kecil di pinggir pantai yang di huni sekitar 50-an KK. Desa Dusun salah satu desa paling terpencil di Anambas, bahkan di Indonesia.
  • Bukit Raya Nafas Orang-orang Pulau Hidup di tengah pulau memang bagaikan hidup di ujung tanduk. Entah bagaimana nasib kita, jika Bukit Raya sebuah kapal spesial karya PT. Pelni tidak berlayar. Mungkin nafas orang-orang di sini akan terhenti. Binaya membawa segudang harapan bagi orang-orang pulau untuk sekedar hidup memenuhi kebutuhannya. 
  • Foker Harapan Hidup Anambas Tubuhku bergetar hebat di atas kursi pesawat yang jumlah muatannya hanya sekitar 40 penumpang ini. Seminggu yang lalu aku baru bisa dapat antrean boking tiketnya. Sebelum terbang, barang bawaan penumpang harus di timbang dengan teliti karena bisa menambah beban pesawat kecil yang biasa mendarat di pulau terpencil Anambas ini.
  • Menerjang Ombak Menuju Pulau Lingai Pulau yang berjarak 30 menit dari Tarempa ini harus melewati terjangan ombak dengan menggunakan perahu kayu tradisional pompong. Ombak dengan ketinggian 1 hingga 2 meter ini cukup kuat untuk mengombang-ambingkan sebuah perahu kecil ala pompong. Pengendara yang tak lihai mungkin akan menenggelamkan isi kapal hanya beberapa menit saja setelah meluncur dari dermaga.
  • Sunset Ala Tarempa Anambas adalah surga bagi para fotografer. Jangan pulang jika belum menjepret keindahan alam Sunset Tarempa, di SP (Semen Panjang), sebuah jalan panjang di pinggir laut yang di sangga tiang-tiang beton sebagai penghubung antar kampung di Pulau Siantan. Jalan ini menghubungkan desa Antang dan Tarempa yang tadinya hanya dapat di gapai dengan angkutan laut.
  • Pulau Durai Pulau nan terpencil ini dapat di capai dua jam perjalanan menggunakan Speed melalui Tarempa, kota mini ala Anambas. Untuk menggapainya tak ada angkutan yang khusus menuju ke sana, terpaksa penumpang harus merogoh kocek yang dalam untuk menyewa pompong atau speed demi  menikmati keindahan alamnya.
  • Arung Hijau Yang Menawan Membelah hutan Anambas, jalan beraspal setengah jadi berjarak 30 menit perjalanan dari Tarempa (pusat kota mini ala Anambas) menuju Arung Hijau menggunakan motor roda dua. Di hiasi dengan hutan kebun penduduk yang tak terurus, karena penduduk tak sempat lagi untuk mengurus kebun-kebun mereka. Pohon-pohon tua yang lapuk dengan tinggi puluhan meter dan berumur mungkin sudah ratusan tahun tak ada lagi yang mau memupuknya.
  • Naik Kendaraan Air dengan Tarif Pesawat Terbang Keliling Anambas memang merogoh kocek yang dalam, sewa pompong 2 hari setara dengan naik pesawat termahal Jakarta – Kepri dengan fasilitas termewah. Kalau naik pesawat mungkin aku akan di sambut dengan pramugari-pramugari yang berdandan minimal 2 jam sebelum bekerja, dengan penampilan  yang tentunya sudah di atur sedemikian rupa.
  • Upacara Bendera di Ujung Indonesia Rasanya memang berbeda menyanyikan Lagu Indonesia Raya di ujung dunia-nya Indonesia, jiwa Patih Gajah Mada rasanya mengalir deras di setiap aliran darah merah yang kami rasakan. Baru kali ini saya merasakan makna upacara bendera setelah menempuh perjalanan 4 hari 3 malam naik kapal penumpang bercampur barang, terkatung-katung di tengah lautan.
  • Ujung Indonesia (Kepulauan Anambas) Berada di sini seolah berada di ujung dunia, kutub utara, arctic, yah ... di sini memang ujung Indonesia, tarik ulur di antara 3 negara. Semuanya dekat tapi terasa begitu jauh, tinggal di sini bagaikan seekor pinguin kutub yang tersesat sendirian di antara lingkungan yang asing.
  • Temburun Surga yang Terabaikan Anambas adalah surga yang hilang, Lost Island itu mungkin kata-kata yang paling tepat untuk mengungkapkan pesona yang tersimpan di dalamnya. Namun tak seorangpun yang mampu menjamah keasriannya karena berada di ujung dunianya Indonesia. Berada di daerah perbatasan membuat daerah-daerah ini benar-benar masih alami dan belum mengalami perubahan sejak alam mengukir kepribadiannya.
 
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday94
mod_vvisit_counterYesterday83
mod_vvisit_counterThis week540
mod_vvisit_counterLast week600
mod_vvisit_counterThis month1570
mod_vvisit_counterLast month3162
mod_vvisit_counterAll days485208

We have: 2 guests online

 By Abiku2008 © Tulisan ini karya abiku2008, di larang mengkopi tanpa menyertakan link website ini  http://abikublog.com

Copy kode html berikut pada artikel anda :

<a href="http://abikublog.com"><img src="http://abikubog.com/images/abikulogo.png" /></a>