image image image image image image image
Keputusan Jitu Sang Kapten "Putar kiri" teriak sang kapten kepada nahkoda, kapal raksasa dengan ruangan 5 dek (tingkat lima) itu tiba-tiba oleng dan ribuan orang berteriak keras mendengar hantaman keras dari sisi kiri kapal. kapal berkelok 90 derajat, dan sisi kapal menyentuh ringan dengan sisi kanan kapal kayu yang bergerak melintang di depan perlintasan jalur kapal. Kapten melirik GPS, tampak jalur kapal sesuai dengan track yang sesui. tak seharusnya kapal kayu itu menghalangi jalur kapal, kapal kayu ini jelas tidak mengindahkan prosedur keamanan, tanpa lampu, dan tak mengindahkaan sirine yang di bunyikan berulang kali oleh sang kapten. Kini kapal oleng dan posisi miring ke kanan. Penumpang panik dan mereka berhamburan keluar untuk memperkirakan nasib mereka di dalam kapal ini. Mungkin ini nasib terakhir mereka di dalam kapal ini, mungkin nasib ribuan penumpang ini, akan seperti kapal Titanic yang tenggelam di tengah laut samudra atlantik karena menghantam dasar gunung es. "Penumpang mohon tenang, tim kami sedang mengecek kondisi kapal" suara dari pusat informasi. Kru kapal dengan seragam dan peralatan lengkap keluar dengan gagah menuju ke ruang mesin, bagaikan tim-tim detektif profesional yang telah menguji lokasi tkp selama bertahun-tahun. Setelah beberapa waktu, "mohon perhatian seluruh penumpang, kondisi kapal normal dan posisi duduk di atas pasir, mohon menunggu, kapal penyelamat dalam perjalanan". Setelah kapal datang kapal tarik tersebut mengitari kapal, dan tiba-tiba kapal bergerak dan kapal kembali ke posisi semula, dan kapal kembali berjalan seperti semula. Detik-detik keputusan jitu itu telah menyelamatkan seluruh isi penumpang dan kapal kayu, jika kapal raksasa ini terus menerjang bisa dipastikan jika kapal kayu akan hancur dan tak tahu bagaimana nasib isi penumpangnya.
Kapal Barang, Pahlawanku Dari kejauhan nampak cahaya kebiruan muncul mengambang, berayun-ayun. Sepertinya aku mengenal cahaya biru ini, ini seperti gemerlap cahaya biru mahkota kerajaan, mungkin cahayanya lebih besar dari cahaya Mahkota Pangeran Charles dari kerajaan Inggris. Yah aku mengenalnya, cahaya tutup terpal kapal barang yang biasa hinggap di pelabuhan Tarempa.
Wajah-wajah Lee Young-Jae Hadir di Tarempa Sekelebat bayangan muncul dalam hiruk pikuk manusia pulau yang tumpah ruah di Ibukota mini Tarempa. Dari ujung-ujung lautan, mereka datang untuk meramaikan diri, mengantre demi mendapatkan jatah pengobatan gratis dalam rangkaian Mutilateral Naval Excercise, yang di hadiri perwakilan 17 negara
Mancing Mania Ala Anambas – Bagan Kami memulai perjalanan dengan menggunakan speed dari Tarempa (ibukota mini Anambas). ½ jam melewati selat kecil di anambas antara Pulau Matak dan Pulau Siantan.Kami sampai di Desa Dusun, sebuah desa kecil di pinggir pantai yang di huni sekitar 50-an KK. Desa Dusun salah satu desa paling terpencil di Anambas, bahkan di Indonesia.
Foker Harapan Hidup Anambas Tubuhku bergetar hebat di atas kursi pesawat yang jumlah muatannya hanya sekitar 40 penumpang ini. Seminggu yang lalu aku baru bisa dapat antrean boking tiketnya. Sebelum terbang, barang bawaan penumpang harus di timbang dengan teliti karena bisa menambah beban pesawat kecil yang biasa mendarat di pulau terpencil Anambas ini.
Dahsyatnya Dukun Anambas Gambar Hanya Ilustrasi Kyai Haji Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah pasti akan marah besar menyaksikan kesaktian dukun Anambas. “Anak anda sudah tidak ada harapan, dia harus di rujuk ke Batam”, tukas dokter muda praktekkan yang baru lulus beberapa bulan dari universitas kedokteran ternama. Seorang ibu muda hanya bisa menangis melihat anaknya yang baru kelas 1 SMP itu,
Lorong Waktu Bensin di Anambas benar-benar seperti emas. Semua orang mau bayar berapapun harganya jika mereka temui. Di Anambas kita bagaikan menembus lorong waktu. Kita berjalan ke worm hole-nya instein, menelusuri ruang dan waktu menuju ke masa yang akan datang di mana cadangan minyak bumi di dunia telah menipis bahkan habis, sehingga orang telah berebut hanya untuk mendapatkan sebotol bensin. 

Kapal Barang, Pahlawanku

Dari kejauhan nampak cahaya kebiruan muncul mengambang, berayun-ayun. Sepertinya aku mengenal cahaya biru ini, ini seperti gemerlap cahaya biru mahkota kerajaan, mungkin cahayanya lebih besar dari cahaya Mahkota Pangeran Charles dari kerajaan Inggris. Yah aku mengenalnya, cahaya tutup terpal kapal barang yang biasa hinggap di pelabuhan Tarempa.

Wajah-wajah Lee Young-Jae Hadir di Tarempa

Sekelebat bayangan muncul dalam hiruk pikuk manusia pulau yang tumpah ruah di Ibukota mini Tarempa. Dari ujung-ujung lautan, mereka datang untuk meramaikan diri, mengantre demi mendapatkan jatah pengobatan gratis dalam rangkaian Mutilateral Naval Excercise, yang di hadiri perwakilan 17 negara

Mancing Mania Ala Anambas – Bagan

Kami memulai perjalanan dengan menggunakan speed dari Tarempa (ibukota mini Anambas). ½ jam melewati selat kecil di anambas antara Pulau Matak dan Pulau Siantan.Kami sampai di Desa Dusun, sebuah desa kecil di pinggir pantai yang di huni sekitar 50-an KK. Desa Dusun salah satu desa paling terpencil di Anambas, bahkan di Indonesia.

Foker Harapan Hidup Anambas

Tubuhku bergetar hebat di atas kursi pesawat yang jumlah muatannya hanya sekitar 40 penumpang ini. Seminggu yang lalu aku baru bisa dapat antrean boking tiketnya. Sebelum terbang, barang bawaan penumpang harus di timbang dengan teliti karena bisa menambah beban pesawat kecil yang biasa mendarat di pulau terpencil Anambas ini.

Dahsyatnya Dukun Anambas

Kyai Haji Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah pasti akan marah besar menyaksikan kesaktian dukun Anambas. “Anak anda sudah tidak ada harapan, dia harus di rujuk ke Batam”, tukas dokter muda praktekkan yang baru lulus beberapa bulan dari universitas kedokteran ternama. Seorang ibu muda hanya bisa menangis melihat anaknya yang baru kelas 1 SMP itu,

Lorong Waktu

Bensin di Anambas benar-benar seperti emas. Semua orang mau bayar berapapun harganya jika mereka temui. Di Anambas kita bagaikan menembus lorong waktu. Kita berjalan ke worm hole-nya instein, menelusuri ruang dan waktu menuju ke masa yang akan datang di mana cadangan minyak bumi di dunia telah menipis bahkan habis, sehingga orang telah berebut hanya untuk mendapatkan sebotol bensin.

Bukit Raya Nafas Orang-orang Pulau

Hidup di tengah pulau memang bagaikan hidup di ujung tanduk. Entah bagaimana nasib kita, jika Bukit Raya sebuah kapal spesial karya PT. Pelni tidak berlayar. Mungkin nafas orang-orang di sini akan terhenti. Bukit Raya membawa segudang harapan bagi orang-orang pulau untuk sekedar hidup memenuhi kebutuhannya.

Menerjang Ombak Menuju Pulau Lingai

Pulau yang berjarak 30 menit dari Tarempa ini harus melewati terjangan ombak dengan menggunakan perahu kayu tradisional pompong. Ombak dengan ketinggian 1 hingga 2 meter ini cukup kuat untuk mengombang-ambingkan sebuah perahu kecil ala pompong. Pengendara yang tak lihai mungkin akan menenggelamkan isi kapal hanya beberapa menit saja setelah meluncur dari dermaga.

Sunset Ala Tarempa

Anambas adalah surga bagi para fotografer. Jangan pulang jika belum menjepret keindahan alam Sunset Tarempa, di SP (Semen Panjang), sebuah jalan panjang di pinggir laut yang di sangga tiang-tiang beton sebagai penghubung antar kampung di Pulau Siantan. Jalan ini menghubungkan desa Antang dan Tarempa yang tadinya hanya dapat di gapai dengan angkutan laut.

Pulau Durai

Pulau nan terpencil ini dapat di capai dua jam perjalanan menggunakan Speed melalui Tarempa, kota mini ala Anambas. Untuk menggapainya tak ada angkutan yang khusus menuju ke sana, terpaksa penumpang harus merogoh kocek yang dalam untuk menyewa pompong atau speed demi  menikmati keindahan alamnya.

Arung Hijau Yang Menawan

Membelah hutan Anambas, jalan beraspal setengah jadi berjarak 30 menit perjalanan dari Tarempa (pusat kota mini ala Anambas) menuju Arung Hijau menggunakan motor roda dua. Di hiasi dengan hutan kebun penduduk yang tak terurus, karena penduduk tak sempat lagi untuk mengurus kebun-kebun mereka. Pohon-pohon tua yang lapuk dengan tinggi puluhan meter dan berumur mungkin sudah ratusan tahun tak ada lagi yang mau memupuknya.

Menjelajah Padang Melang

Pantai yang dikabarkan sebagai pantai terpanjang se-Asia ini memang menggoda semua pelancong untuk datang mengunjunginya. Walau tempatnya yang sangat terpencil dari kehidupan manusia, tempat ini bak surga Firdaus yang tak pernah tersentuh oleh tangan-tangan manusia. Sehingga pantainya begitu asri, alami, mempesona memancarkan keindahan yang tak pernah di temukan di tempat yang lain.
 
 
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday39
mod_vvisit_counterYesterday109
mod_vvisit_counterThis week642
mod_vvisit_counterLast week163912
mod_vvisit_counterThis month165839
mod_vvisit_counterLast month25115
mod_vvisit_counterAll days433598

We have: 3 guests online

 By Abiku2008 © Tulisan ini karya abiku2008, di larang mengkopi tanpa menyertakan link website ini  http://abikublog.com

Copy kode html berikut pada artikel anda :

<a href="http://abikublog.com"><img src="http://abikubog.com/images/abikulogo.png" /></a>